Review Karya Tulis tentang Data Collection
1. PENDAHULUAN
Framework interoperabilitas bertujuan untuk dapat
mendefinisikan kumpulan spesifikasi yang dapat
memfasilitasi sistem pemerintah ketika berinteraksi dengan
sistem lainnya, baik dalam lingkup internal maupun dengan
lingkungan eksternalnya secara efisien dan efektif.
Penggunaan framework interoperabilitas akan memberikan
manfaat, antara lain:
a. memudahkan lembaga pemerintah untuk bekerja sama
dalam lingkungan elektronik;
b. membuat sistem, memperkaya pengetahuan dan
berbagi pengalaman yang dapat dimanfaatkan bersama
dari satu lembaga ke lembaga lainnya;
c. mengurangi kerumitan proses yang terkait dengan
kebutuhan hubungan pemerintah secara on-line melalui
pendekatan yang konsisten;
d. mengurangi ketergantungan media tradisional dalam
pertukaran data sesuai dengan kebijakan keamanannya
masing-masing;
e. mengantisipasi kebutuhan pengembangan untuk
menjawab layanan yang semakin beragam di masa
yang akan datang.
Putu Laxman Pendit (2001) membagi beberapa kategori
interoperabilitas, antara lain sebagai berikut:
• Technical interoperability: penggunaan standar
komunikasi, pemindaian, penyimpanan, dan penyajian
data digital;
• Semantic interoperability: standar penggunaan istilah
dalam pengindeksan dan temu kembali;
• Political/human interoperability: keputusan untuk
berbagi bersama dan bekerja sama;
• Intercommunity interoperability: kesepakatan untuk
berhimpun antar institusi dan beragam disiplin ilmu;
• Legal interoperatiblity: peraturan dan perundangan
tentang akses ke koleksi digital, termasuk soal hak
intelektual;
• International interoperability: standar yang
memungkinkan kerjasama internasional.
Sebagai penjabaran interoperabilitas untuk mendukung
program e-government - khususnya di lingkungan
Kementerian Ristek - pada bulan Oktober 2010
Kementerian Ristek telah meluncurkan portal Pustaka Iptek
(http://pustaka.ristek.go.id) yang dilengkapi perangkat
database jurnal internasional ”science direct”. Selain
membantu para peneliti, keberadaan database tersebut dalam
portal Pustaka Iptek juga membantu menghemat anggaran
setiap lembaga penelitian karena tidak perlu lagi
melanggankan jurnal di setiap portal yang dikelolanya.
Dengan demikian, duplikasi berlangganan jurnal antar
lembaga penelitian dengan sendirinya juga dapat dihindari.
Portal tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk
menjawab permasalahan kesulitan akses terhadap publikasi
ilmiah nasional dan Internasional yang menyebabkan
rendahnya pemanfaatan publikasi itu sendiri sehingga
menjadi faktor penyebab tidak efektifnya siklus pembaruan
informasi ilmiah melalui riset.
2
Padahal saat ini banyak kegiatan riset telah dilaksanakan di
Indonesia. Tabel 1 menunjukan beberapa pusat penelitian di
bawah koordinasi Kementerian Ristek yang banyak
menghasilkan karya-karya ilmiah berupa laporan penelitian,
prosiding/makalah, laporan penelitian, tesis/disertasi, buku,
artikel jurnal ilmiah dan paten. Ironisnya, publikasi ilmiah
yang diterbitkan di dalam negeri masih terkesan sulit
diakses sehingga pemanfaatannya sangat rendah. Lebih
memprihatinkan lagi, masih banyak peneliti yang lebih
mempercayai publikasi luar negeri sebagai referensi untuk
menyusun rencana riset dan pembahasan teoritis hasil
penelitiannya, walaupun riset tersebut dilaksanakan di
Indonesia dengan permasalahan spesifik Indonesia.
Tabel 1
Pusat Penelitian LPNK - Ristek
Pusat Penelitian Jumlah
LIPI 23
BPPT 20
LAPAN 7
BATAN 18
BAKOSURTANAL 8
BSN 1
Jumlah 77
Keberadaan Keputusan Menristek No. 44/VII/2000 tentang
Penyampaian Literatur Kelabu yang berisi himbauan kepada
para peneliti untuk menyerahkan karya-karya ilmiah yang
dihasilkannya kepada PDII-LIPI untuk didiseminasikan
sampai saat ini belum berjalan optimal. Proses pengolahan
karya-karya ilmiah tersebut di PDII juga memerlukan waktu
cukup lama sebelum dapat ditampilkan di media internet
disebabkan begitu banyaknya dokumen yang harus diolah
karena sebagian besar masih diterima PDII dalam bentuk
hardcopy. Tabel 2 menunjukan karya ilmiah yang telah
diolah PDII-LIPI. Dari jumlah tersebut masih ada sekitar
40% yang belum terolah. Tabel 2
Karya Ilmiah Yang telah diolah PDII-LIPI
No Jenis Karya Jumlah
1 Artikel Jurnal Ilmiah 62.257
2 Jurnal Ilmiah 4.918
3 Laporan Penelitian 57.807
4 Artikel Prosiding ilmiah 58.550
5 Buku 83.104
6 Tesis/disertasi 33.518
7 Paten 6.860
Saat ini setiap lembaga penelitian sudah mulai mengelola
karya ilmiah, data dan informasinya masing-masing. Hal ini
tentu saja menimbulkan duplikasi dengan pengelolaan yang
dilaksanakan PDII-LIPI. Untuk menghindari duplikasi
tersebut, diperlukan sistem terintegrasi yang disertai
pedoman dan standar yang digunakan secara nasional
maupun internasional sehingga proses interoperabilitas
dapat berjalan baik.
Menanggapi berbagai uraian permasalahan yang telah
disampaikan sebelumnya dan dalam rangka
mengembangkan Pustaka Iptek di tahun 2011,
dikembangkanlah suatu repository nasional yang berisi
karya ilmiah, data dan informasi yang dihasilkan oleh para
peneliti di Indonesia. Repository tersebut diharapkan dapat
mengintegrasikan database dari perpustakaan digital (digital
library) yang dibangun oleh lembaga penelitian yang ada di
Indonesia dan dapat memberikan kemudahan akses
informasi karya ilmiah kepada masyarakat sehingga
duplikasi kegiatan penelitian dapat dihindari dan peta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
terpantau.
2. PEMBAHASAN
Workshop IS&TDL 2010 telah mengidentifikasi pola
pengelolaan informasi di satuan kerja LPNK yang berada
dalam koordinasi Kementerian Ristek ke dalam tiga
pengelompokkan, yaitu pengelolaan konten, penggunaan
sistem aplikasi, dan kondisi perpustakaan.
Pengelolaan Konten
Konten yang dihasilkan satuan kerja dikelompokkan
menjadi 3 kategori, yaitu:
1) karya ilmiah yang merupakan hasil dari kegiatan
penelitian yang diolah dalam bentuk buku, jurnal,
laporan penelitian, tesis/disertasi, artikel makalah
prosiding/pertemuan dan paten;
2) database yang berkaitan dengan informasi yang telah
dikelola seperti database laporan penelitian, tanaman
anggrek, hewan, sungai, laut, ikan, Standar Nasional
Indonesia (SNI) dan lainnya.
3) informasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian,
baik dari awal kegiatan maupun hasil penelitian yang
telah dikemas menjadi pengetahuan dan kebijakan
baru.
Saat ini, satuan kerja yang ada di LPNK hanya mengelola
buku, jurnal, laporan penelitian, paten dan prosiding
makalah yang diterbitkan oleh satuan kerja. Padahal tidak
sedikit peneliti yang bekerja di satuan kerja tersebut yang
menulis buku, jurnal, laporan penelitian dan berkolaborasi
dengan instansi di luar satuan kerjanya sehingga hasil
karyanya justru tidak terekam di satuan kerja tempat yang
bersangkutan mengabdikan diri melainkan terpampang
sebagai hasil karya di satuan kerja yang lain atas dasar
hubungan kolaborasi penelitian. Fenomena yang sama
terjadi pada para peneliti yang melanjutkan pendidikan
mereka ke luar negeri, banyak karya mereka, baik berupa
artikel jurnal/prosiding bahkan paten yang dipublish di
3
negara lain tapi tidak terdaftar dalam list hasil penelitian di
negara asalnya, apalagi di satuan kerja yang menaunginya.
Hal ini sudah barang tentu merugikan satuan kerja yang
bersangkutan karena bagaimanapun karya ilmiah tersebut
merupakan intangible aset yang sangat berarti tidak saja
untuk satuan kerja itu sendiri tetapi juga untuk bangsa
Indonesia secara umum. Dari semua uraian di atas, dapat
disimpulkan masih banyak karya ilmiah yang disimpan oleh
peneliti.
Informasi penelitian apabila telah dikemas dalam suatu
database akan memberikan nilai tambah dan kemudahan
dalam penelitian berikutnya. Namun sangat disayangkan,
sebagian informasi yang sudah dikemas dalam bentuk
database belum seluruhnya dikelola secara optimal karena
hanya dikembangkan dalam lingkungan yang terbatas
sehingga hanya dapat diakses melalui satuan kerja masing-
masing seperti yang tampak pada Tabel 3.
Tabel 3
Database satuan kerja LPNK
No Database Satuan Kerja
1 Coral Osenografi -
LIPI
2 Danau Limnologi -
LIPI
3 Biakan mikroba; Kultur jaringan
invitro; Kebun plasma nuftah; Gen
dan mutasi gen bibit unggul untuk
pangan; Informasi penyakit-
penyakit infeksi di Indonesia
Bioteknologi
- LIPI
4 Koleksi tanaman pembibitan;
Koleksi tanaman langka; Koleksi
herbarium; Koleksi anggrek;
Koleksi biji-bijian; Tanaman obat
Kebun Raya -
LIPI
5 Koleksi spesimen tipe herbarium
dan Museum Zoologi; STORMA
(stability of rainforest Margins in
Indonesia)
Biologi
6 Koleksi video penelitian dan
teknologi tepat guna BIT
7 Jurnal ilmiah Indonesia; Karya
ilmiah Indonesia PDII
8 Peneliti Nasional Pusbindiklat -
Peneliti
9 Sistem informasi untuk mitigasi
bencana alam
menggunakan data penginderaan
jauh. ( SIMBA - LAPAN ); cuaca
antariksa
LAPAN
10 Standar Nasional Indonesia (SNI) BSN
11 Peta Nasional Bakosurtanal
Informasi yang dikeluarkan satuan kerja yang ditampilkan
melalui website masih berupa profil, kegiatan penelitian,
dan agenda penelitian. Sangat sedikit informasi yang berupa
review dari kegiatan penelitian bahkan yang menjadi
kebijakan.
Komentar
Posting Komentar